• Saraswati, Rangkaian Makna Turunnya Ilmu Pengetahuan

    by  • 19/11/2011 • Misc • 

    Hari ini umat Hindu merayakan Hari Saraswati yang merupakan hari dimana ilmu pengetahuan diturunkan oleh Dewi Saraswati. Dewi Saraswati, disimbolkan oleh wanita cantik bertangan empat( catur bhuja) masing-masing memegang Wina (sejenis gitar), Genitri (sejenis tasbih), Pustaka (kitab suci) dan Damaru (sejenis kendang kecil).  Serta duduk diatas teratai yang dikelilingi Angsa. Wanita/Dewi cantik melambangkan ilmu pengetahuan yang memang indah dan luhur isinya. Wina melambangkan kehalusan rasa/estetika dan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan. Kitab suci, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati. Genitri melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual.

    Sedangkan Angsa melambangkan penguasaan atas daya nalar dan raga yang sempurna, memiliki kemampuan memilah susu di antara lumpur, memilah antara yang baik dan yang buruk. Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki makna filosofi, bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian. Selain angsa, juga sering terdapat burung merak dalam penggambaran Dewi Saraswati, yang mana adalah simbol dari kesombongan, kebanggaan semu, sebab merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya yang indah namun bukan keindahan yang abadi.

    Kata Sarasvati dalam bahasa Sanskerta dari urat kata Sr yang artinya mengalir. Sarasvati berarti aliran air yang melimpah menuju danau atau kolam. Hari saraswati diperingati setiap 210 hari sekali, yang menurut kalender Hindu dirayakan setiap Sabtu (Saniscara) Umanis Wuku Watugunung.

    Makna Hari Saraswati adalah cikal bakal turunnya ilmu pengetahuan itu. Ilmu pengetahuan yang mengubah cara pandang berpikir manusia menjadi “lebih manusia”. Itu menjadi suatu hal yang dapat dikatakan sebagai kesejatian hidup, dan kesejatian hidup membuat manusia menjadi beradab. Adab adalah suatu kata dimana kehidupan manusia berkembang sedemikian rupa menjadi suatu sistem yang terorganisir dan terdapat unsur-unsur modernitas di sana. Modernitas dalam hal ini adalah suatu keadaan yang mengarah pada sistem-sistem berisikan pengetahuan.

    Rangkaian Makna Hari Saraswati

    Sehari setelah Hari Saraswati adalah Hari Banyu Pinaruh yang jatuh pada Redite (Minggu) Pahing Wuku Sinta. Yaitu bagaimana setelah ilmu pengetahuan itu turun saatnyalah menerima dengan rasa bangga pada diri bahwa kita telah memiliki pengetahuan tentang kesejatian hidup itu. Banyu pinaruh yang berarti air “kaweruh” atau air pengetahuan yang mengalir. Kenapa air? Dalam hal ini diharapkan manusia berperan sebagai air yang mengalir dalam menjalani kehidupan. Banyu pinaruh adalah sebagai pensucian diri telah didapatkan atau teraliri pengetahuan yang ada untuk dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran khalayak. Dan awal diterimanya pengetahuan itu berbarengan dengan awal bergantinya wuku menjadi awal kembali. Jadi pengetahuan itu digunakan untuk sewaktu wuku itu kembali menemukan awalnya kembali di masa yang akan ada nanti.

    Pada hari Senennya (Soma) Pon Wuku Sinta adalah Hari Soma Ribek. Soma ribek masih berhubungan erat dengan Hari raya Saraswati. Dimana Soma Ribek adalah hari bagaimana pengetahuan itu paling tidak bisa digunakan untuk tetap membuat “dapur tetap ngebul”.  Dalam hal ini adalah bagaimana pengetahuan itu diisyaratkan bisa digunakan untuk kemakmuran diri serta keluarga. Pengetahuan yang berguna bagi khalayak akan berguna pula menciptakan kemakmuran bagi yang berpengetahuan itu. Untuk itu sekehendaknya manusia mau mencari pengetahuan serta belajar pengetahuan itu sedemikian rupa agar kehidupannya tidak kekurangan. Tidak kekurangan artinya bagaimana pengetahuan itu dipergunakan untuk membuat sekarung beras tetap ada di dapur sebagaimana kemakmuran hidup itu tercipta pada dasarnya. Pakem-pakem yang ada adalah agar pengetahuan itu digunakan sesuai dengan kebenaran atau dharma serta berhubungan dengan swadarma masing-masing pemilik pengetahuan itu. Pengetahuan tentang bagaimana swadarma itu terbentuk adalah bagian dari bagaimana pemilihan bagian diri

    Hari Selasanya (Anggara) Wage Wuku Sinta adalah Hari Sabo Mas yang juga bagian dari hari saraswati. Hari Sabo Mas adalah hari dimana mas itu menjadi suatu kemuliaan diri ini dengan menggunakan pengetahuan. Pengetahuan itu adalah yang membuat suatu kemuliaan diri itu sendiri. Ini adalah sambungan dari Soma Ribek yang menjadikan diri suatu kebahagiaan lahir, yaitu adalah suatu saat batin itu terpenuhi dengan pengetahuan itu sendiri. Batin yang tersendiri menjadi kemuliaan sejati, raja sebagai yang mengatur keadilan terhadap jiwa. Disebut juga Siwa Dwara,sebagai mahkota yang berarti juga suatu kemuliaan itu sendiri. Pengetahuan yang diberikan dan dimanfaatkan langsung atau tidak langsung  mendirikan suatu kemuliaan yang meraja pada diri sendiri. Batin yang termanifestasikan menjadi suatu yang terpenuhi dengan mendapatkan suatu kemuliaan. Dari lahir kita lahir mulia, jadi Sabo mas adalah memperingatkan bahwa pengetahuan itulah yang membuat kita mulia apa adanya seperti pengetahuan itu sendiri.

    Dan rangkaian Hari Saraswati ditutup dengan Hari Pagerwesi. Setelah mencapai kebahagiaan lahir batin, maka sampailah kita pada bagaimana “mengajegkan” hal tersebut. Mejadikan itu tonggak kehidupan yang tiada pernah tergerus oleh jaman dan waktu. Pager dari besi yang berarti suatu bagian perlindungan dari apa-apa yang telah dicapai. Hari Rabu(Buda) Kliwon Wuku Sinta merupakan jatuhnya hari Pagerwesi. Pagerwesi merupakan juga arti dari deretan-deretan Hari raya Saraswati menuju hari Tumpek Landep. Setelah pada akhirnya sampai ke Pagerwesi, maka kemuliaan serta kebahagiaan lahir menjadi suatu yang tetap ada pada jiwa-jiwa manusia yang tercahayakan pada hari raya Saraswati tersebut.

    Sumber : Diambil dari berbagai sumber

    Did you like this? Share it:

    No related posts.

    About

    2 Hal yang tidak dapat saya percaya sampai sekarang adalah cita-cita waktu kecil : PERTAMA : Menjadi kondektur halilintar KEDUA : Bisa membeli sungai dibelakang rumah

    http://www.madecerik.net

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *