Archives
Categories
Statistik :
- Today Visit: 345
- Yesterday Visit: 850
- Total Visit: 52910
- Search Engine reffered: 617
- Total Posts: 40
- Total Spams: 97
- Last Post Date: 20/Apr/2012
Beberapa RSUD di Jawa Barat tahun ini melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan berbagai format yang berbeda mulai dari karakteristik & jumlah modul, formasi tenaga ahli, sampai bentuk pengadaannya. Dilihat dari bentuk pengadaan,a menurut Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, tata cara pemilihan dibagi menjadi 5(lima) jenis yaitu 1) Tata cara pemilihan penyedia barang, 2)Tata cara penyedia pekerjaan kontruksi, 3)Tata cara pemilihan penyedia jasa konsultasi berbentuk badan usaha, 4)Tata cara pemilihan penyedia jasa konsultasi berbentuk perorangan, 5)Tata cara pemilihan penyedia jasa lainnya.
Implementasi SIMRS di RSUD bisa dalam format Jasa Konsultasi, Pengadaan Barang atau Jasa Lainnya. Hal-hal yang membedakan dari ketiga format tersebut antara lain :
Yang paling membedakan dari ketiga format tersebut adalah proses dan output pada saat pelaksanaan. Jasa konsultasi lebih menekankan kepada formasi tenaga ahli, karena lebih diasumsikan SIMRS yang dibangun adalah dari awal dan hasil akhir/output hanyalah bentuk “blue-print” atau desain/rancangan/arsitektur software SIMRS. Format pengadaan barang lebih menekankan bahwa SIMRS yang akan diimplementasikan adalah bentuk “visible”, bukan membuat dari awal. Dalam artian SIMRS tersebut bisa berbentuk “Prototype” yang bisa dicustomize/tailor made dan sudah pernah diuji coba atau diimplementasikan di rumah sakit lainnya. Output dari format ini tentunya adalah barang jadi, bukan hanya sekedar hasil konsultasi atau format blue print. Sedangkan bentuk pemilihan jasa lainnya bisanya mendekati format jasa konsultasi dengan beberapa pendekatan yang berbeda misalnya dari HPS atau ada unsur “visible” dalam pengadaan tersebut misalnya kelengkapan hardware.
Format penyusunan pemilihan/pengadaan SIMRS ini tentunya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIMRS tersebut, diluar faktor-faktor internal/external lainnya seperti komitmen direksi/manajemen atau faktor SDM/user. Perencanaan yang baik tentunya akan menghasilkan output yang baik.
Continued to : SIMRS : Antara Jasa Konsultasi, Pengadaan Barang & Jasa Lainnya (Part 2)
No related posts.
You must be logged in to post a comment.